Depan Profil Sejarah Desa

Sejarah Desa

A. SEJARAH SEBELUM TERBENTUKNYA DESA PANINGGARAN

Menurut sumber  cerita orang tua

Dahulu Kala Disekitar Waduk Darma sebelum adanya bendungan adalah merupakan hamparan sawah ,pemukiman warga dan ada sebuah situ yang konon katanya itu merupakan kepuanyaan seorang tokoh yang Bernama eyang dalem cageur beliau merupakan tokoh masyakat ,tokoh agama yang konon katanya beliau merupakan utusan kacirebonan yg di utus di wilayah darma

Beliau mempunyai beberapa panakawan (pembantu) dalam menjalankan tugas tugasnya diantanya saja ada  Embah Dapur yg mempunyai tugas sebagai bagian umum yg juga wakil eyang dalem cageur ,embah jangka yang mempunyai tugas sebagai ahli ukur tanah dan embah raja barong yang mempunyai tugas mengurus para pekerja di sawah . dan banyak lagi para panakawan yg lainya juga yang sama mempunyai tugas masing masing.

Selain sawah dan situ disana ada sebuah kubangan besar kurang lebih 10 m2 yang konon katanya kubangan tersebut merupakan lubang belut putih yang konon  katanya lubang tersebut tembus ke Talaga di majalengka . Pada suatu malam ketika  bulan purnama putra dari eyang dalem yang Bernama eyang gencay  sedang bermain perahu beliau kena musibah perahu yang ditungganginya tenggelam sehingga beliau juga ikut tenggelam .mendengar kabar tersebut embah jangka menghadap ke eyang dalem untuk  melaporkan kejadian tersebut sehingga eyang dalem memerintahkan kepada embah jangka untuk membobol situ tersebut maka embah jangka membobol situ tersebut dengan sebuah cis(tombak)yang di tusukan kedalam  situ tersebut dengan ijin allah dan karomah cis tersebut sehingga situ menjadi saat /susut dan ketemukan lah jasad eyang gencay dan di kebumikan di sebuah munjul, munjul tersebut dinamakan munjul bangke.

Dengan kejadian peristiwa tengelamnya eyang gencay maka situ tersebut dinamakan situ labuhan bulan. sampai sekarang cis(tombak) tersebut masih tersimpan utuh sampai sekarang di paninggaran. Ada pun asal usul nama desa paninggaran Adalah kata samaran dari kata “paningalan” yang berasal dari Bahasa sunda dalam Bahasa indonesianya yaitu” peninjauan “dan kata paninggalan . yang dimaksud disini Adalah tempat eyang dalem beseta para panakawanya meninjau situ dan sawahnya yang merupakan pemandangan yang indah,. kemudian tempat ini menjadi tempat peninggalan benda benda mereka,yang sekarang benda benda tersebut di keramat kan oleh warga setempat.

Benda benda peninggalan eyang dalem itu diantaranya cis(tombak) ,peralatan dapur ,peralatan seni ,keris, dan kitab kitab dan lain lain barang tersebut sekarang ada yang masih utuh dan Sebagian sudah lapuk dan hilang.

B. SEJARAH TERBENTUKNYA DESA PANINGGARAN

Semula paninggaran berstatus kampung termasuk wilayah desa darma ,kemudian kira kira tujuh generasi yang lalu didirikanlah sebuah desa oleh kyai dan pemuka masyakat waktu itu atas inisiatip sendiri , beliau Bernama raden kisah(buyut kisah) salah seorang dari keturunan ketiga embah dapur . Desa yang baru ini dipimpin oleh putra putranya dan sebagai kepala desa bapak inong (anak pertama),sebagai juru tulis bapak ajung (menantu) dan sebagai ketib Adalah bapak nur’alim (putra paling kecil).

Kepala - Kepala Desa selanjutnya Adalah Bapak IROH (Adik kepala desa pertama), Bapak SUJA (adik kepala desa pertama), Bapak ENDEK (adik kepala desa pertama), Bapak MAJA, Bapak NURKASIM / ASNADI / KARTA WINATA dan Bapak SINGAWILASTRA / MURTA yang masa inilah terjadi penggabungan desa paninggaran degan desa cipasung . atas kehendak pemerintah dan tepatnya pada tahun 1917, sedangkan pemerintahan desa gabungan ini  berkedudukan di cipasung. Dalam masa penggabungan kepala desanya Adalah Bapak MADRAIS (asal paninggaran), kemudian Bapak SUWAR’I / H. ARIFIN (asal cipasung), Bapak ADNARI / KARTA MIHARJA (asal paninggaran), Bapak MADSA’I (asal cipasung), Bapak SUMAMIHARJA /PINANGERAN (asal cipasung), dan pada masa terakhir ini desa paninggaran didirikan Kembali, yakni pada tanggal 25 maret 1946.

Adapun Tokoh  pendiri Kembali desa paninggaran Adalah:

  1. Bapak H. SIDIK (Ex rurah)
  2. Bapak H. ARIFIN (Ex kepala desa cipasung yang menjadi warga desa paninggaran),
  3. Bapak ADNARI (Ex kepala desa),
  4. Bapak NATASAIL
  5. Bapak SACAKERTA
  6. Bapak PURA
  7. Bapa MADHANAN
  8. Bapak SURYADI.

Yang menjadi  kepala desa pertama Adalah Bapak SURYADI .